Lembut, halus, mengkilat, dan mantap jatuhnya di
tubuh. Menghadiri acara manapun, anda tak akan salah kostum bila mengenakan
dia.
Dari masa ke masa
Sebagai salah satu tekstil yang mewah dan
"sensual", velvet memiliki sejarah yang merentang panjang dari masa
2000 tahun sebelum masehi di Mesir kuno, hingga kini. Ia memiliki reputasi elit
karena dahulunya dibuat sebagai jubah kaum bangsawan, kemudian memiliki
reputasi sebagai tekstil utama di abad pertengahan sampai masa renaissance,
berlanjut ke popularitasnya di masa flapper tahun 1920-an, sampai kini.
Velvet pada mulanya terbuat melulu dari fiber
sutra. Dan memang itulah yang paling ideal, dan menghasilkan velvet yang
terbaik. Velvet sangat populer di antara kaum bangsawan karena warna-warnanya
yang "kaya". Dari hitam yang anggun, sampai ungu yang ningrat, warna
apapun dapat diterapkan pada velvet.
Sekarang ini velvet sutra masih diproduksi, tapi
kebanyakan sudah merupakan campuran antara 14 sampai 19 persen sutra, dan
sisanya rayon. Kain velvet sutra 100 persen sekarang langka, kalaupun ada pasti
mahal sekali.
Mengenal si lembut-halus
Sejak dahulu kain yang lembut disentuh ini
dianggap kain mewah karena pembuatannya membutuhkan lebih banyak benang dan
proses daripada kain lainnya.
Velvet adalah kain jenis tumpuk (pile). Ia
membutuhkan satu set benang pakan dan dua set benang lungsi. Velvet ditenun
sebagai dua kain diatas alat tenun khusus. Ketika sudah siap, sebuah pisau
memotong dan memisahkan kedua kain itu sepanjang lungsi, dan terciptalah
velvet. Hasilnya dikenal sebagai kain tumpuk (pile fabrict) karena
bulu-bulunya tampak menonjol, bertumpuk rapat dan terasa halus bila disentuh.
Ada berbagai jenis velvet. dilihat dari bahannya,
selain velvet sutra dikenal juga velvet tradisional yang kaku, yang terbuat
dari gabungan katun dan benang sintetis, dn velvet yang bisa mulur (stretch
velvet yang menggunakan sedikit benang rayon). Dikenal pula crushed
velvet yang cocok untuk keperluan rumah tangga maupun busana, sementara stretch
velvet khusus untuk busana seperti gaun, blazer, dan jas pria.
Dikutip dari : Book Fashion
Pro
(bersambung)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar