Sebagai
benang, wol adalah salah satu yang paling aneka guna, dan merupakan perpaduan
kompleks yang hingga kini belum dapat dibuat tiruannya. Benda-benda yang
terbuat dari benang wol beragam, dari karpet yang tebal dan kasar hingga
pakaian dalam seorang bayi yang lebut dan halus.
Kain
wol adalah salah satu dari sedikit kain yang berasal dari bahan alami
(biri-biri). Yang terkenal lainnya adalah sutra (dari ulat sutra) dan katun
(dari kapas). Wol paling sering dibandingkan dengan katun, namun dari sekian
ciri masing-masing, wol unggul karena ia tidak "pikun" seperti katun.
Wol tidak "lupa" akan bentuknya semula, setelah dicuci ia kembali
tampil sesuai bentuknya semula.
Wol
juga ringan ketika basah (dapat menyerap 30 persen beratnya) tanpa terasa
lembap di kulit. Begitu terkenalnya wol dari masa ke masa, sehingga seorang
pria eksekutif meraa koleksi busananya belum lengkap, bila belum ada stelan jas
dari wol.
Semula
wol dikenal semata-mata sebagai bahan pakaian untuk menangkal cuaca dingin. Wol
memang memberikan kehangatan pada pemakainya. Ini dikarenakan, bulu biri-biri,
yang keriting, berkelompok dan saling bertaut, mengandung banyak kantung udara.
Sel luar dari benang wol menangkis air sementara sel-sel didalamnya menyerap
air, inilah yang membuat wol menjadi hangat. wol juga lambat menjadi lembap,
dan mengering secara pelan-pelan, tidak seperti katun dan sutra yang mengering
dengan cepat.
Jadi,
cocokkah wol dipakai di negeri tropis? Anda tidak perlu merasa cemas akan
kegerahan, karena ternyata dalam cuaca panas wol terasa sejuk. Berkat struktur
benangnya yang rumit, wol bisa "bernafas" dan memerangkap udara panas
yang ada diluar tubuh. Hal ini membuatnya lebih sejuk dibanding kain-kain lain.
Wol
dikatakan dapat bertindak sebagai "penengah" atau stabilisator dalam
mengurangi kelembapan dan pengembunan, dan ini telah mendapat konfirmasi dalam
suatu riset yang dilakukan oleh organisasi wol internasional.
Yang
halus, yang kasar
Proses
pembuatan wol melewati empat langkah, yakni pencukuran, pemilahan, pembuatan
yarn (serupa benang), dan akhirnya pembuatan kain. Wol jenis yarn lembut dan
berbulu, lebih berat dari wol worsted. Wol worsted ini ringan dan licin, serta
tidak tebal. Wol jenis ini otomatis menghasilkan jas yang ringan dan mudah
dibawa bepergian.
Membuat
wol worsted membutuhkan proses yang lebih panjang. Sebelumnya dipilih
fiber-fiber yang halus dan diatur hingga sejajar satu sama lain. Setelah
menjadi kain wol worsted melewati proses yang disebut dengan crabbing,
dimana kain dimasukkan ke air panas, kemudian dipindahkan ke air dingin.
Semakin
halus benang-benang ini, semakin halus dan tidak berbulu kain yang dihasilkan.
Wol worsted bisa dipakai untuk membuat pakaian olahraga, karena tidak panas
seperti polyester, dan lebih mudah menyerap keringat sehingga tubuhpun bisa
"bernafas".
Dikutip
dari : Book Fashion Pro
(bersambung)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar